Jenis Finishing Furniture Kayu: Vinier, Pernis, Pelitur dan Teak Oil  

Furnitur berbahan kayu masih memiliki peminat yang tinggi. Tampilan furnitur kayu memberikan kesan alami dan estetik. Namun disisi lain, kekurangan furnitur kayu adalah tidak semuanya bisa bertahan lama, tergantung dari jenis finishing yang digunakan.

Membeli furnitur kayu memang tidak bisa sembarangan. Anda harus memperhatikan kualitas barang, mulai dari bahan, cara pembuatan hingga proses finishing sebelum membeli furnitur kayu.

Kayu yang bagus untuk dijadikan bahan furnitur adalah kayu jati, trembesi, pinus, mindi, merbau dan mahoni. Selain bahannya, Anda juga bisa memilih jenis finishing furnitur kayu, beberapa di antaranya akan kami ulas dalam artikel ini.  

Mengenal Vinier dan Jenis Finishing Furniture Kayu Lainnya 

Jika Anda ingin memesan furnitur atau perabotan rumah berbahan kayu, pilihlah yang kualitasnya bagus agar bisa tahan lama. Salah satu cara mengetahui ketahanan furnitur kayu adalah dengan mengetahui jenis finishing yang digunakan.

Karena selain kualitas bahannya, proses finishing juga mempengaruhi ketahanan dan keawetan furnitur kayu. Berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis finishing funitur kayu:

  1. Pernis

Pernis adalah salah satu bahan finishing yang terbuat dari dying oil, thinner, serta campuran bahan lainnya. Finishing dengan menggunakan bahan pernis termasuk dalam jenis finishing alami.

Maka sebelum furnitur dilapisi pernis, permukaan kayu harus kering, halus dan rata agar proses finishing berlangsung lancar dan hasilnya bagus.

Setelah furnitur kayu selesai dilapisi dengan pernis, maka harus ditunggu sampai benar-benar kering sebelum digunakan. Dengan menggunakan pernis sebagai finishing, furnitur kayu akan terlihat mengkilap/glossy sehingga terkesan cantik secara natural.

  1. Melamin

Jenis finishing untuk furnitur kayu selanjutnya adalah menggunakan bahan melamin. Selama ini bahan melamin disebut-sebut sebagai bahan finishing terbaik untuk furnitur berbahan kayu.

Perabot kayu yang dilapisi melamin memiliki keunggulan bisa memilih tampilan akhir, yaitu antara doff, semi gloss dan glossy. Tak hanya dari segi tampilannya saja, furnitur kayu yang menggunakan proses finishing melamin juga sudah terbukti tahan lama.  

  1. Pelitur

Anda pasti sudah pernah mendengar pelitur sebagai bahan yang sering digunakan untuk proses finishing furnitur kayu. Pelitur terbuat dari resin, drying oil, solvent based dan water based.

Berbeda dengan hasil akhir finishing lainnya yang menampilkan warna alami kayu, pelitur memberikan efek warna baru seperti warna cokelat, kuning dan keemasan. Namun tetap menonjolkan warna asli kayu.

  1. Teak Oil

Jika Anda ingin furnitur kayu yang hasil akhirnya berwarna lebih tajam dan old, maka pilih jenis finishing yang menggunakan teak oil. Teak oil adalah bahan finishing yang berwujud minyak. Minyak ini terbuat dari campuran linseed oil dan bahan pengencer.

Keunggulan teak oil sebagai bahan finishing adalah material minyak yang mudah terserap ke dalam pori-pori kayu. Sehingga selain melindungi dari luar, teak oil juga membantu melindungi dari dalam serat-serat kayu.

  1. Tacon

Tacon merupakan bahan finishing berupa lembaran yang terbuat dari bahan sintetis (plastik). Lembaran-lembaran tacon dibuat dengan motif menyerupai kayu agar furnitur tetap terlihat natural.  

Kelebihan finishing furnitur kayu menggunakan tacon adalah sangat fleksibel. Dengan ketebalan kurang dari 1 mm, tacon bisa mengikuti setiap bentuk dan lengkungan furnitur berbahan kayu.

Sedangkan kekurangan tacon adalah lapisannya tidak tahan terhadap panas, warnanya mudah berubah atau memudar. Sehingga bisa dikatakan jenis finishing furnitur kayu dengan tacon tidak cukup tahan lama.

  1. Laminasi HPL dan Vinier

High Pressure Laminate (HPL) dan vinier adalah dua dari jenis finishing furnitur kayu yang juga diminati banyak orang. HPL terbuat dari plastik keras PVC. Proses finishing menggunakan HPL adalah menempel lembaran HPL ke permukaan kayu menggunakan lem.

Kelebihan dari HPL adalah tahan air dan panas, serta tidak mudah berbekas jika terkena goresan. Sementara kekurangannya adalah sulit digunakan di bagian lengkungan kecuali jenis HPL postforming.

Beda dengan HPL, vinier atau veneer adalah bahan finishing berupa lembaran yang terbuat dari bahan kayu asli. Kelebihan vinier adalah motifnya lebih bagus dan natural. Sebanding dengan harganya yang lebih mahal dari HPL.  

Demikian penjelasan tentang jenis-jenis finishing furnitur kayu. Apabila Anda kesulitan untuk memilih jenis furnitur dan finishingnya, serahkan pada Three Diamonds, ahlinya jasa interior dan jasa kontraktor di Jabodetabek dan sekitarnya.

Anda bisa mempercayakan rumah atau apartemen Anda untuk kami rancang dengan desain mewah dan eksklusif. Kami juga terbuka untuk konsultasi terkait jenis-jenis finishing seperti vinier, pernis, pelitur ataupun teak oil yang cocok untuk furnitur kayu rumah Anda. Untuk informasi lebih jelas, bisa Anda klik di sini.  

PT. SINAR PROPERTINDO SEJAHTERA

Menjadi perusahaan Interior Design yang mampu menembus pasar komersial & residential skala nasional THREE DIAMONDS INTERIOR.

Location Office

Jalan Hibrida Raya PE 10 No.22 Kelapa Gading, Jakarta Utara 14240, Indonesia

Social Media

Instagram

Facebook

LinkedIn

Contact

0815 915 3819

info@threediamonds.co


© Copyright 2023 - Threediamonds

Bring Your Vision to Life:

Get Inspired with Our Free Interior Design Portfolio


Fill the form below to get access to our portfolio

Three Diamonds Interior

Menjadi perusahaan Interior Design yang mampu menembus pasar komersial & residential skala nasional THREE DIAMONDS INTERIOR.

Contact

Location Office

Sedayu City @ Kelapa Gading

Rukan Foodstreet blok A no 007

RT. 002 RW.009

Kel. Cakung Barat Kec. Cakung

Jakarta Timur


© Copyright 2023 - PT. SINAR PROPERTINDO SEJAHERA / www.Threediamonds.co